Resensi novel : Ai

Tugas May 13th, 2010

Ai

Judul                        : AI

Penulis                    : Winna Efendi

Editor                      : Nurul Hikmah

Proof Reader          : Widyawati oktavia

Penata Letak          : Edwita Mirayana

Desain Sampul       : Jefri Fernando

Redaksi                   : GagasMedia

Pemasaran             : TransMedia

Cetakan pertama, 2009

Tokoh                             : Ai, Sei, Shin

Alur                                 : Campuran

Latar                               : Jepang

Sinopsis

Novel ini bercerita tentang persahabatan dan cinta. Berawal dari persahabatan yang terjalin diantara Ai dan Sei. Ai dan Sei hidup bersebelahan sejak lahir. Sei setahun lebih muda dari Ai. Ayah Ai adalah seorang ilmuwan Amerika, sedangkan ibu Ai adalah seorang seniman kontemporer asal Indonesia. Mereka tinggal disebuah pemandian umum yang dikenal dengan pemandian umum Nakaji. Sei tinggal bersama keluarganya yang mempunyai restoran yang bernama restoran Matsumoto yang berdiri bersebelahan dengan pemandian Nakaji. Sei memiliki kakak perempuan bernama Risa yang tiga tahun lebih tua darinya.

Persahabatan diantara Ai dan Sei sudah terjalin dari mereka lahir sampai sekarang disaat usia Ai 18 tahun dan Sei 17 tahun. Mereka sering menghabiskan waktu berdua di pantai, karena mereka tinggal di sebuah desa kecil yang dikeliligi laut. Mereka juga setiap hari pergi sekolah bersama-sama.

Pada suatu hari datang seorang pemuda yang seumuran dengan Ai dan Sei. Pemuda itu bernama Shin, Shin adalah seorang pemuda yang berasal dari Tokyo. Pada saat itulah persahabatan diantara Ai, Sei dan Shin dimulai. Shin banyak mengajarkan hal baru kepada Ai dan Sei, dan mereka belajar di sekolah yang sama.

Pada saat liburan musim panas, Ai memperingati hari kematian ibunya. Ai merasa sedih jika mengingat kematian ibunya, akhirnya kedua sahabat Ai yaitu Sei dan Shin menghibur Ai dengan membuatkan Ai layang-layang.

Ujian akhir akan segera tiba yang akan diikuti degan upacara kelulusan, dan mereka bertiga akan menjadi mahasiswa. Shin berencana pulang kembali ke Tokyo dan akan meneruskan kuliah di Universitas Tokyo (Todai). Kemudian Shin mengajak Ai dan Sei untuk kuliah bersama di Todai. Ai setuju dengan ajakan Shin, tetapi Sei tidak bisa ikut bersama Ai dan Shin ke Tokyo karena Sei tidak mempunyai biaya dan tidak ingin merepotkan kedua orang tuanya. Tetapi pada akhirnya Sei bias pergi bersama Ai dan Shin untuk kuliah ke Todai karena mendapatkan beasiswa di Universitas Tokyo (Todai). Akhirnya mereka bertiga bisa kuliah bersama di Universitas Tokyo (Todai).

Mereka bertiga tinggal bersama di sebuah unit apartemen kecil yang letaknya 30 menit dari stasiun kota Tokyo. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Sei bekerja paruh waktu di sebuah restoran. Dari sinilah dimulai konflik yang terjadi diantara mereka bertiga. Konflik ini dimulai ketika Shin mengatakan kepada Sei bahwa dia menyukai Ai. Sei kecewa mendengar perkataan shin, karena dia sebenarnya suka kepada Ai. Akhirnya Sei merelakan Ai dengan Shin karena Sei ingin melihat Ai bahagia. Di restoran tempat Sei bekerja ada seorang perempuan yang bernama Natsu. Natsu menyukai Sei dan akhirnya mereka berdua berteman, tetapi Sei masih menyukai Ai.

Pada suatu hari terjadi kecelakaan yang mengakibatkan Shin meninggal dunia. Kecelakaan itu membuat Ai terpukul dan mengakibatkan depresi untuk Ai. Setelah kejadian itu akhirnya Sei dan Ai kembali pulang ke kampung halamannya dan menaburkan abu Shin di pantai. Kemudian mereka berdua kembali ke apartemen di Tokyo. Tetapi Ai masih belum bisa menerima kepergian Shin sehingga dia masih mengharapkan kedatangan Shin. Hal itu membuat Sei kesal dan akhirnya Sei meninggalkan Ai sendirian di Apartemen.

Seiring waktu berjalan akhirnya Ai bisa melupakan Shin, dan dia teringat dengan Sei. Kemudian Ai kembali pulang ke kampong halaman. Ketika Ai pergi ke pantai dia menemukan Sei, dan Ai pun sadar bahwa Sei memiliki perasaan yang sama dengan Shin terhadap Ai. Dan hal terpenting dalam cinta adalah persahabatan, dan hal terpenting dalam persahabatan adalah cinta.

Kelebihan : Setiap cerita yang disajikan memiliki karakter yang kuat , dan dari segi ceritanya bias dibilang sangat menarik

Kekurangan : pada novel ini banyak sekali istilah-istilah dalam bahasa jepang, karena novel ini berlatar di jepang

Pendapat peresensi : novel ini memiliki cerita yang sangat menarik sekali banyak sekali pesan moral yang terdapat pada novel ini, cocok sekali untuk remaja, namun novel ini memiliki yaitu sulitnya mengartikan istilah-istilah yang ada didalamnya

keren (2) lucu (1) berguna (0) gak guna (0)

Tags: , ,



Reader's Comments

  1. at,astya | May 15th, 2010 at 01:32

    critanya mirip w ma teman w dulu waktu SD… :fyi:

  2. icantulang.com | May 16th, 2010 at 17:36

    good resensi kang

  3. Oemar | May 17th, 2010 at 22:48

    Saya lebih suka baca manga dari novel mas.. :nosepick:
    thanks yach… ehehe :silent:

  4. Kenny Rouleau | May 18th, 2010 at 08:19

    Dude.. I am not much into reading, but somehow I got to read lots of articles on your blog. Its amazing how interesting it is for me to visit you very often.

  5. DALE26David | May 22nd, 2010 at 16:26

    Specialists state that loans aid people to live the way they want, because they can feel free to buy needed stuff. Furthermore, banks offer commercial loan for all people.

  6. cchhhuuzz | August 26th, 2010 at 10:46

    :swell: keren

  7. phiimaaaa | August 26th, 2010 at 10:49

    nge fans sangadt ma sei . . :luvluv:

    dda gugh ea d duniia neii . . :hope:

Leave a Comment